Minggu, 06 Mei 2012

Tiba-tiba aku merindukanmu...


Untukmu 
dan untuk kita semua


Sebut saja kisah karena  ini  pasti  berakhir
Mula-mula kita semua  bertemu dalam tubuh berlumpur  dan berpasir 
Dalam pandangan yang asing  dan bertanya-tanya
Teriakmu,  terikakku, teriak kita semua
Aku tak  mengenalmu, begitu juga kau dan mereka
Hingga akhirnya waktu pun membiasakan kita
Bagaimana menyatu dalam bau yang  sama
Bagaimana memakai baju yang  tak dicuci  dua kali
Menyanyikan mars korpri di pagi hari
Dan himne praja di malam hari
Disini kita tahu ada kapal selam yang tak  pernah lelah timbul dan tenggelam
Dari sini juga kita belajar betapa berartinya kulit pisang harus dikupas sebelum dimakan

Ada serambi yang harus dijaga
Ada hormat dan izin lewat yang tak putus-putusnya
Kita  melihat dalam tatapan yang sejenis
Entah itu disebut marah atau dongkol
Atau mungkin kantuk yang tak tertahankan
Kita berseru dalam satu suara
Melangkah dalam derap yang  seirama
Berpegangan tangan
Memeluk dan saling melepas tangis serta tawa

Jika dulu kau merasa sepi
Percayalah kau  tak sendiri
Karena kita semua ada untuk menemani

Tiba-tiba aku merindukanmu
Merindukan mereka
Merindukan kita semua
Di dalam rasa yang kusebut HARU
Izinkan aku bersamamu lagi
Walau hanya sedetik saja
Sebelum kita benar-benar berbalik kanan hari ini
Semoga kita masih saling tersenyum nanti
Masih menyapa jika bersinggungan
Dan mengangkat tangan bila berpapasan
Serta tak pernah berhenti untuk peduli pada sekitarmu

Maka di dalam haruku dan harumu
Senandung ini tak putus-putusnya  kusisipkan : 
“Abdi Praja Darma Satya Nagara….
Abdi Praja Darma Satya Nagara…."




Didedikasikan untuk Siswa Prajabatan Gorontalo Utara 2012 



sumber gambar : http://rileymagnus.files.wordpress.com/2011/07/hands_together_1732x1475.jpg


Spesial untuk angkatan 13 dan 14, 
karena kalian senyum ini tak pernah lepas ^_^
bersama rindu yang menyusul dibelakangnya :)

[+/-] Selengkapnya...

Minggu, 22 Januari 2012

Kita semua punya mesin waktu

Cinta menjadi hal yang menguatkan bagi sebuah rasa dan bergulir menjadi keyakinan serta berujung pada pemaknaan hidup beserta segala perjuangan di dalamnya.

Alexander tidak pernah menyangka akan begitu cepat kehilangan Emma, kekasih yang baru dikenalnya. Emma meninggal karena ditembak oleh perampok di sebuah taman. Alexander yang merupakan seorang ilmuwan dan penemu kemudian merasakan sakit hati tak tertahankan. Kekuatan cinta yang baru pertama kali dirasakan membuatnya frustasi dan kemudian mengurung diri dalam ruang kerjanya. Alexander mulai berandai jika saja dia dan Emma tidak bertemu di taman, tentu Emma tidak akan mati di tangan perampok tersebut. Dengan kemampuan nalarnya, alexander akhirnya membuat penemuan yang mencengangkan berdasarkan pengandaiannya tadi. Sebuah Mesin Waktu. Tujuan utama alat ini adalah membawa Alexander kembali ke masa sebelum Emma terbunuh dan menyelamatkannya. Benar saja, Alexander berhasil kembali ke malam dimana mereka berdua berjanji akan bertemu di taman. Alexander mendapati Emma masih dalam keadaan segar bugar dan langsung mengajaknya pergi dari taman itu. Tetapi, ketika mereka akan beranjak dari taman tersebut, Emma kembali mengalami kecelakaan diterjang kereta kuda ketika Alex akan membelikannya bunga. Alexander akhirnya bisa menyadari bahwa Emma tetap akan mati walaupun dia berusaha "menyelamatkannya" dengan mesin waktu.




sumber gambar : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/6/6f/Time_machine.jpg

Kisah diatas diangkat ke layar lebar dalam film "The time machine" keluaran tahun 2002 adapatsi dari cerita novel milik H. G. Wells. dengan judul yang sama. Film yang disutradarai oleh Simon Wells dan Gore Verbinski juga menyajikan pemandangan kehidupan manusia di abad-abad berikutnya ketika Alexander memutuskan untuk melihat bagaimana keadaan masa depan. Dimana di tahun 2030 manusia hanya menggunakan sepeda untuk berpegian kemana-mana.

Waktu selalu menjadi misteri tersendiri dalam kehidupan. Segala konsep mengenainya adalah hal ikhwal yang menjadi pertanda bagi bahwa kita sedang berada dalam sebuah perjalanan panjang. Jika jarak menjadi penanda sebuah seberapa jauh akan kita tempuh, maka waktu lah yang mengukur seberapa lama kita dalam koridor perjalanan tersebut.

Meskipun waktu adalah misteri rumit yang sukar dipecahkan, sebenarnya kita semua mempunyai mesin waktu untuk mengukurnya dan membawa kita sesuka hati ke masa tertentu dan kapan pun kita inginkan.

Seperti dalam film ini diungkapkan : "kita mempunyai mesin waktu yang membawa kita ke masa lalu. Mesin waktu ini disebut "kenangan" dan sebuah mesin waktu lainnya yang membawa kita ke masa depan. Mesin waktu ini disebut "impian"





http://hildanurina.files.wordpress.com/2009/12/time.jpg


Sumber-sumber :
http://www.imdb.com/title/tt0268695/
http://en.wikipedia.org/wiki/The_Time_Machine_%282002_film%29

[+/-] Selengkapnya...

Sabtu, 05 November 2011

Rahasia dan berbagi

Sebenarnya rahasia bersifat simpanan. Entah itu untuk diketahui pihak lain nantinya atau mungkin tidak sama sekali. Jadi saya lebih cenderung menyebut beberapa hal dibawah ini merupakan sesuatu yang mungkin belum sempat kau ketahui sebelumnya.

  • Tidak trauma, saya pernah melihat dengan mata kepala sendiri seseorang mati tertembak langsung di kepalanya yang kemudian hancur tak berbentuk. Sekali lagi tepat di depan mataku hanya berjarak 15 meter. Masih terekam dengan baik dimemoriku, Waktu itu sore hari setelah ashar, kejadiannya hari kamis bertempat di depan toko roti sekitar taman mini kompleks perumahan kami. Saya bersama teman berjumlah 4 orang sedang menuju lapangan bola di kompleks brimob. Pelaku berambut gondrong berkemeja kotak-kotak berwarna abu-abu dan celana panjang jeans biru yang menggunakan pistol lalu kabur. Korban yang kemudian diketahui bernama abilio itu tewas seketika. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pertengahan bulan februari tahun 1999. Waktu itu gejolak keinginan pemisahan timor-timur dari republik indonesia sudah nampak. Darah berceceran dimana-mana, tapi saya sampai saat ini tidak trauma terhadap darah dan senjata, insya allah ^_^
  • Trauma, justru saya trauma pada anjing. Sewaktu SD dulu pernah seekor anjing berlari menerkam saya yang kebetulan melintas di depan rumah anjing tersebut. Secara refleks saya menghindar, tetapi terkaman kuku kakinya sempat melukai paha saya. Sejak saat itu saya selalu takut pada anjing sampai sekarang.
  • Menyukai karena seseorang, rata-rata saya tidak mempunyai kesenangan atau keinginan terhadap sesuatu yang berasal dari diri saya sendiri. Saya selalu suka sesuatu karena orang lain. Saya menyenangi buku dan dunia baca serta tulisnya karena kak yusran, dwi dan ema. Saya menyenangi musik jazz karena kak eca (anak administrasi 98). Saya menyukai grup SLANK dan musiknya karena seorang sahabat di bangku SMU yang juga mengajari saya bermain gitar. Namanya Gustin, dulu dia sangat ingin bertemu dan menyaksikan langsung konser SLANK. Sayang keinginannya tersebut tidak sempat terwujud karena dia telah dipanggil Yang Maha Kuasa di tahun 2004 silam. Ironisnya, saya sudah menyaksikan langsung konser SLANK, dan tadi malam adalah yang keempat kali, Damn !!
  • Saya pernah membawa kabur motor baru bapak saya yang masih berumur 4 hari bersama seorang teman demi mengunjungi pujaan hati sewaktu SMU pada hari lebaran. Rumahnya terletak di provinsi sulawesi utara. Jaraknya kira-kira satu hari perjalanan dari provinsi gorontalo. Sialnya, waktu itu kami belum terlalu lancar naik motor dan hanya membawa uang 50 ribu.
  • Sampai saat ini saya menyimpan rahasia milik orang lain. Tepatnya beberapa anak kosmik. Menariknya, rahasia tersebut sebenaranya sangat berkaitan satu sama lain diantara mereka. Tapi sampai sekarang mereka belum memberikan uang tutup mulut. Kalau dihitung-hitung lebih dari 5 orang. Hmmmm...nantilah saya akan menagihnya. Hahahahaha.....!!!

Jadi, kalau berbagi itu menenangkanmu, pasti menenangkanku juga ^_^




sumber gambar : http://info77.files.wordpress.com/2010/04/sharing.jpg

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, 08 September 2011

Berandai untuk astrodjo ^_^

Mungkinkah kau setuju denganku, jika :
Cinta itu berbagi, bukan dominasi
Cinta itu sambung rasa, bukan wawancara
Cinta itu memiliki, bukan menguasai
Cinta itu kau, aku dan kita

Dan ini untuk Mas Tian dan Mbak Pipi :
"Cinta itu Kalian"
hihihih..Kamase na degh...^_^

(ini utk tulisan yg dilombakan pada blognya astrodjo)

[+/-] Selengkapnya...

Sabtu, 06 Agustus 2011

Atinggola, dari sarang rangkong hingga sarang jin

Di suatu pagi buta beberapa waktu lalu, tepatnya selasa di hari ke 19 bulan juli lalu, saya dan segenap para pengabdi di daerah kabupaten gorontalo utara bertolak menuju sebuah lapangan di kecamatan paling ujung utara yang berbatasan dengan provinsi sulawesi utara. Sebelum pukul 8 pagi kami telah tiba disana untuk melakukan upacara bendera yang kali ini dirangkaikan dengan HUT koperasi RI ke 64.

Jalanan menuju tempat upacara itu berkelok-kelok dengan pemandangan laut yang cantik di salah satu sisinya. Dengan jarak 57 km dari tempat kos saya di kecamatan kwandang, maka diperlukan kurang lebih satu jam untuk sampai disana dengan kecepatan normal untuk sepeda motor (kebetulan saya bersama teman saya bernama erik naik motor).

Atinggola, demikian nama kecamatan tujuan kami pagi itu. Jika dari arah kwandang, kita akan melewati kecamatan gentuma raya yang merupakan pemekaran dari kecamatan atinggola itu sendiri yang sama-sama termasuk dalam wilayah kabupaten termuda di gorontalo.

Ini adalah pertama kali saya ke atinggola. Maka sehabis upacara, saya dan erik menjelajahi beberapa daerah di sekitar lapangan itu. Jika kau mengikuti jalan trans sulawesi menuju utara, maka tidak jauh dari lapangan utama tadi akan kau dapati tugu perbatasan antara provinsi gorontalo dengan provinsi induknya dahulu yakni sulawesi utara. Hawa sejuk khas pegunungan jauh dari polusi tetap terasa, apalagi ketika kami menuju ke arah timur melewati beberapa desa seperti Desa Pinontoyonga, Bintana hingga sampai pada ujung aspal Desa Sigaso (desa yang merupakan pemekaran dari desa bintana).

Di sigaso kami singgah di sebuah rumah yang merupakan tempat tinggal erik beberapa tahun lalu sewaktu Ia dan Bapaknya mengerjakan proyek irigasi di daerah itu. Di depan rumah tersebut mengalir sungai dengan airnya yang jernih dan tenang. Diatasnya ada jembatan yang menghubungkan dari jalan raya menuju rumah ini. Jika kau menyentuhkan kakimu dengan air sambil duduk diatas jembatan ini, dan membiarkan sesekali kakimu terbawa arus pelan sungai tersebut, hm....apalagi yang kurang ? Sangat tenang rasanya, tidak ada suara bising kendaraan lewat, hanya suara air dan sesekali kicauan burung di dahan-dahan pohon.



Sehabis puas menikmati tenangnya air di depan rumah tersebut, kami menuju sungai yang biasa menjadi tempat ritual mandi safar (sebuah ritual dalam masyarakat atinggola pada bulan safar di penanggalan hijriah tiap tahunnya untuk menghanyutkan bala dan sial di sungai dengan mandi secara bersama-sama) tidak jauh dari tempat itu. Sepanjang perjalanan menuju sungai ini terdapat banyak sekali pohon-pohon durian yang menjulang tinggi. Ketika memperhatikan keatas, tiba-tiba erik menunjuk ke salah satu pohon durian. Disana ada seekor burung besar berparuh kuning yang sedang asyik nongkrong di salah satu dahannya. Waaaa...!!! itulah burung rangkong. Salah satu burung favorit saya. Sebelumnya Saya sering melihat kepala burung rangkong dipajang di rumah-rumah penduduk sebagai hiasan, tapi kini akhirnya bisa melihatnya langsung dalam keadaan hidup di alam liar. Burung rangkong sangat mudah dikenali dari paruh kuningnya dan bentuknya yang unik serta suara kerasnya. Oh iya, rangkong juga tergolong burung yang setia pada pasangannya.


Ilustrasi burung rangkong (sumber gambar :http://beingindonesian.tumblr.com/post/1291646014/burung-rangkong-sulawesi-indonesia)


Matahari semakin meninggi, kami memutuskan untuk kembali ke kwandang. Karena Ibu kota kecamatan atinggola memiliki banyak perempatan, sehingga saya agak bingung ketika akan pulang. Namun Erik rupanya telah hapal jalan disitu, dengan memacu motornya melewati beberapa belokan, kami telah berada lagi di jalan trans sulawesi menuju kwandang. Ketika mencapai sebuah tikungan disebuah desa bernama kotajin, nampaklah sebuah bangunan seperti bongkahan batu raksasa dengan sebuah pohon beringin tumbuh diatasnya yang terletak begitu saja di tengah-tengah sawah. Kata erik, batu itu disebut dalam bahasa gorontalo "ota lo jin " (kotanya jin). Mungkin dari situlah nama Desa Kotajin tersebut diambil. Konon kabarnya, barang siapa yang memasuki bongkahan batu itu, tidak akan bisa keluar lagi. Tapi meskipun begitu, penduduk sekitar tetap menanam padi di sekitar batu itu dengan tenang.


(ota lo jin, batu di tengah sawah yang saya tunjuk)


Segala tempat memang menyimpan kisah masing-masing, kesemuanya tidak terlepas dari peran manusia yang menyampaikannya dengan interpretasi dan dasar pengetahuan yang berbeda.

[+/-] Selengkapnya...

Puasa hari keenam, bersama tanda



Pernah saat melihat langit (seperti dalam foto diatas), seorang teman bernama Khairul berujar, bahwa jika awan dengan pola seperti itu berarti nelayan sedang panen ikan di laut. Pendapat itu sebenarnya didengarnya dari para nelayan di tempat tinggalnya. Menurut saya, memang tidak ada hubungan antara berlimpahnya ikan dengan bentuk awan sedemikian rupa. Justru yang menarik adalah bagaimana masyarakat memaknai tanda-tanda alam seperti diatas yang bisa dikatakan kebetulan hadir ketika Ikan sedang banyak dipanen.

Setiap hal di dunia ini saling berkaitan. Satu hal menjadi mata rantai bagi hal lain yang tak terputus. Bagaimana kita membaca dan memahami itu semua insya allah bisa membawa manfaat bagi diri kita dan orang lain serta alam sekitar.

Tanda-tanda pun berlaku dalam cinta dan kasih. Suatu hari jika kita melihat sinyal cinta yang menghampiri, tak usah ragu untuk meraihnya. Karena cinta diciptakan untuk memberi kasih, mungkin itu berupa tatapan malu-malu dirinya kepadamu atau sifat cuek yang tiba-tiba ditunjukkannya jika kau memperhatikannya.

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 05 Agustus 2011

Puasa hari kelima, sedikit tentang Panglima kami

Salah satu pimpinanku ternyata lucu juga. Di balik wajahnya yang sangar dan garang, beliau menyimpan rasa humor tinggi dan tahu betul bagaimana menempatkan guyonan segar di sela-sela penyampaiannya baik formal maupun non formal dengan menggunakan bahasa di daerahku secara sederhana tapi padat isi.

Pernah beliau mengaku sendiri di hadapan hadirin bahwa memang tampangnya sudah sedemikian rupa diciptakan Tuhan, maka wajar jika orang yang baru pertama kali melihatnya akan merasa takut. Tetapi sebenarnya beliau mempunyai sifat penyayang selayaknya orang tua kepada anak-anaknya.

Tadi siang, saya sempat berhadapan langsung di ruang kerjanya, mendengarkan Ia berbincang dengan Pimpinan lainnya mengenai berbagai persoalan. Salah satu hal menarik adalah ketika Ia berpendapat tentang orang-orang yang belum dapat jodoh atau terlambat menikah bahkan tidak menikah sampai mati. Menurutnya, manusia diciptakan pasti berpasang-pasangan (sesuai dengan Ayat Al-qur'an yang sempat dikutipnya). Jika ada orang tidak menikah, berarti orang itu memang tidak berusaha, atau ia terlahir berbeda zaman dengan si jodoh yang sudah digariskan.

Entah apakah memang begitu, tapi menurutku setiap usaha pasti akan membuahkan hasil. Saya teringat seorang teman bernama yuyu pernah bilang : bahwa Tuhan akan mengabulkan apa-apa yang kita usahakan. Itu pasti.

O iya, jika kau mengenal Panglima para abdi negara di gorontalo utara, maka Beliaulah yang kumaksudkan.

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, 04 Agustus 2011

Puasa hari keempat, Sedikit tentang berterus terang.

Kejujuran itu kebanyakan menyakitkan dan berat. Baik itu menyampaikannya atau menerimanya. Suatu hari mungkin kita berada pada posisi harus berterusterang akan sesuatu dimana dapat berpeluang lahirnya sakit hati di pihak lain.

Setiap tindakan harus bermuarakan tujuan. Termasuk berterus terang. Matangkan tujuan sehingga ketika bertemu dengan dalam keadaan ini, maka sakit hati dapat berkompromi.

[+/-] Selengkapnya...

Rabu, 03 Agustus 2011

Puasa hari ketiga, karena kita adalah semangat bagi sesama

Tidak setiap hari orang beroleh kesenangan yang sama. Terkadang ada juga keputus asaan yang terselip dalam menjalaninya. Jika hal itu pernah terjadi, maka tengoklah di sekitarmu. Ada banyak orang lain disana, yang saya yakin mempunyai semangat-semangat dan cara-cara untuk bisa bangkit dari keterpurukan yang ada.

Kita mungkin bisa sendiri untuk tertawa, tapi tidak untuk menangis. Karena kita tidak terlahir sendiri, dan menurutku semangat haruslah menular seperti panas dalam besi yang membara. Jadilah semangat bagi sekitarmu ^_^





sumber gambar : http://nutrisiqolbu.com/wp-content/uploads/2010/08/semangat.jpg


[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 02 Agustus 2011

Puasa hari kedua, ada dewi yang datang ramadhan ini

Orang arab menyebut “kelahiran” sebagai : Hari pertama dimana kepala kita jatuh ke bumi. Saya tidak tahu harus menyebutnya apa, karena dia lahir bersamaan dengan hari kelahiran sang ibu yang juga sahabatku. Tepat hari ini, tanggal 2 Agustus.

Senang rasanya ibunya nanti bisa merayakan ulang tahunnya bersamaan dengan si kecil di tahun-tahun mendatang. Hanya do’a selalu dipanjatkan untuknya dan untuk sang dewi yang baru mengisi bumi ini bersama segala hikmahnya. Selamat datang wahai sarasvati, entah ibumu akan memanggilmu apa nanti ^_^

Kuyakin Kau pasti akan mencintai Ibumu, seperti Ibumu mencintaimu (mirip-mirip lagunya freddie mercurie lah)




sumber-sumber :
http://indonesianis.com/musik/freddy-mercury-27s-club/
http://1.bp.blogspot.com/-wdAE5_bmQ1Q/TauggSxi2eI/AAAAAAAAABs/_1KCtSoRIxk/s1600/Stork_with_new-born_child.png

[+/-] Selengkapnya...

 

Missing You Blogger Template